Lacak

Selasa, 25 September 2012

Pantang Menyerah

AndrieWongso.com - Berjuang sampai titik darah penghabisan bukan omong kosong semata. Keyakinan dalam dirilah yang akan menguatkan kita mencapai sukses yang sebenarnya.


Kata-kata "pantang menyerah" sepertinya mudah diucapkan. Namun, pada kenyataannya, banyak yang memilih untuk menyerah karena merasa memang sudah berjuang maksimal dan belum memperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan. Padahal, banyak teori sukses telah dibaca, direnungkan, diresapi, dan dipraktikkan. Tak jarang, bahkan jungkir balik menjalankan segala macam usaha dan aneka daya telah dimaksimalkan. Begini sudah, begitu sudah. Lantas, apalagi yang harus dilakukan sehingga kita tidak menyerah kalah? 

Mencuplik lagu almarhum Chrisye, "Badai Pasti Berlalu", maka jawaban dari semua kondisi itu pasti selalu ada jalan. Yang jadi pertanyaan, seberapa sanggup kita bertahan di tengah amukan gelombang ujian yang menerpa usaha kita? Seberapa kuat kita punya tenaga untuk bertahan dalam berbagai ancaman gelombang yang siap meluluhlantakkan usaha yang sudah dibangun susah-payah sebelumnya? 

Coba baca, lihat, dan pelajari kisah sukses pengusaha atau usaha yang bisa bertahan sekian lama. Atau, perhatikan kisah hidup pengusaha yang bisa jadi inspirasi. Hampir semua kisah mereka, pasti ada perjuangan berat yang dilewati. Lantas, apa sebenarnya kunci rahasia sukses mereka agar mampu benar-benar pantang menyerah menghadapi berbagai ujian dan cobaan? Berikut beberapa hal yang disarikan dari beberapa wawancara terpisah dan sumber lainnya. 

Senin, 20 Agustus 2012

Alasan Kenapa Memaafkan Penting Bagi Kesehatan

detikHealth, Memaafkan bukan berarti melupakan, tapi memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk menghapus rasa kesal dan dendam terhadap orang lain. Dengan demikian, rasa marah dan tekanan yang mengganggu emosi pun dapat diredakan. Akibatnya, pikiran jadi lebih tenang dan jauh dari stres. Sejatinya, tak hanya itu saja manfaat kesehatan dari memaafkan orang lain.

Secara ilmiah, memaafkan kesalahan orang lain dapat bermanfaat baik bagi kesehatan fisik maupun mental. Secara sosial, memaafkan orang lain merupakan wujud kebesaran jiwa dan perilaku yang dianggap baik. Ada banyak manfaat kesehatan dari memaafkan orang lain seperti dilansir Mayo Clinic dan Telegraph, Minggu (19/8/2012) antara lain:

1. Terhindar dari Penyakit Tekanan Darah Tinggi

Para peneliti dari University of California, San Diego menemukan bahwa orang-orang yang
bisa melepaskan kemarahannya dan memaafkan kesalahan orang lain cenderung lebih rendah risikonya mengalami lonjakan tekanan darah.



Minggu, 29 Juli 2012

SADARI (Periksa Payudara Sendiri)

KOMPAS.com - Melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI menjadi langkah awal mendeteksi kelainan pada payudara. Lakukan SADARI secara rutin, yakni setiap bulan pada hari ke-10 terhitung dari awal menstruasi. SADARI bisa dilakukan perempuan sejak berusia 20 tahun. Karena dengan melakukan pemeriksaan dini inilah, kanker payudara bisa dicegah dari risiko yang lebih tinggi.



Tertawa, Cara Baru Menjadi Sehat


Psikologi Zone – Saat ini tertawa bisa dijadikan obat dan berkhasiat. Pernyataan ini bukan tanpa alasan dan bukti ilmiah.


Saat seseorang tertawa sampai terpingkal-pingkal, saat itu juga ia sudah mendapatkan manfaat sehatnya tertawa. Tertawa yang sehat tidak cukup hanya sekedar tertawa, namun sampai membuat seseorang terpingkal-pingkal.

“Pada saat tertawa sampai terpingkal, otot-otot bahu, dada, perut, dan pernapasan lebih bergiat. Jantung lebih terpacu, paru-paru lebih mekar, sekat rongga badan lebih mengembang, dan peredaran darah tubuh lebih deras,” tutur Dr. Handrawan Nadesul dalam sebuah buku berjudul “Jurus Sehat Tanpa Ongkos”.
Senyum dan tawa anak kelas II-3 (2001)

Minggu, 22 Juli 2012

Sehat Bugar Puasa Lancar

Sudah saatnya berpuasa lagi untuk semua saudara pemeluk Islam. Bulan suci ini kerap dijadikan alasan untuk tidak melakukan banyak hal. Seminar? Tidak bisa! Karena puasa. Pelatihan/outing kantor? Tidak bisa! Karena puasa. Tetap olahraga? Tidak bisa! Karena puasa.

Mari kita renungkan sebentar... Mengapa bulan suci Ramadhan ini malah dijadikanalasan untuk tidak berkarya/mengurangi karya? Mengapa kemudian setelah dijalankan, bulan suci ini juga yang 'disalahkan' sebagai biang keladi berbagai kondisi tubuh yang menurun? Bukankah bulan suci ini justru mengingatkan kita kepada konsep "mengalahkan diri sendiri, menegarkan tekad moral yang baik sehingga tidak ada godaan yang bisa menggoyahkan"? 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...